Pelatihan web desain, cara membuat situs web
Datang ke tempat

Home
Price List
Portofolio
Pelatihan Web desain
Desain Web Gratis
jasa pembuatan situs toko online murah
jasa-pembuatan web desain dan situs gratis
Web Desain Artikel
Web Desain Tools
FAQ
Hubungi Kami

Link Partners

Domain & Hosting Murah
Flash Website Templates
Small Business Website Design Auckland
Baju Batik Trendy, Abaya batik, Blus batik,
Solusi Kesehatan Byrru.Com
Grosir Batik & Grosir Busana Muslim

Online Contact

Syndicate

RSS 0.91
RSS 1.0
RSS 2.0
ATOM 0.3
OPML
Subscribe in NewsGator Online

Web Desain, membuat website
murah & berkualitas
web desain murah

Situs web & desain gratis
Untuk Lembaga Sosial
& LSM Pendidikan Anak Nirlaba

NAMA.COM
NAMA.COM

Seorang CEO dari sebuah ISP baru bertanya kepada saya, "Nama apa yang bagus untuk ia pergunakan untuk menamakan ISP-nya ?" Pertanyaan yang sangat sederhana namun mendalam sekali. Jelas-jelas ia belum berpikir dalam kerangka strategi merek. Ia juga mengeluh karena sudah begitu banyak nama kreatif yang ia pikir bagus untuk dijadikan nama merek, ternyata sudah didaftarkan orang. Pilihannya terbatas sekali. Ia juga sempat menyampaikan rasa frustasinya. Saya ikut prihatin.
Hal lain yang menarik adalah soal arsitektur nama.

NAMA.COM

Seorang CEO dari sebuah ISP baru bertanya kepada saya, "Nama apa yang bagus untuk ia pergunakan untuk menamakan ISP-nya ?" Pertanyaan yang sangat sederhana namun mendalam sekali. Jelas-jelas ia belum berpikir dalam kerangka strategi merek. Ia juga mengeluh karena sudah begitu banyak nama kreatif yang ia pikir bagus untuk dijadikan nama merek, ternyata sudah didaftarkan orang. Pilihannya terbatas sekali. Ia juga sempat menyampaikan rasa frustasinya. Saya ikut prihatin.
Hal lain yang menarik adalah soal arsitektur nama.

Menurutnya, kategori nama yang menggunakan akhiran .com sudah sangat sedikit pilihannya. Perkiraan teman saya ini, semua kosa kata bahasa Indonesia mungkin sudah didaftarkan untuk menjadi alamat domain. Harap maklum, ini adalah bisnis spekulasi internet yang lagi marak. Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak 50 dolar, maksimum, untuk mendaftarkan sebuah nama domain. Kalau kebetulan ada investor yang naksir dengan nama anda, tak jarang investor itu berani membayar sampai 50.000 dolar.

Bayangkan laba yang anda terima. Tak jarang kalau ada orang yang hobinya corat-coret nama, lalu didaftarkan menjadi nama domain. Malah ada orang yang memiliki tabungan nama sampai seribu lebih. Belum lama ini, perusahaan kami harus membayar sebuah nama domain seharga 35.000 dolar. Karena nama ini menurut bos saya, punya potensi komersial yang bagus sekali. Spekulasi pendaftaran nama ini, bisa juga dianggap teroris gaya baru. Seorang kolega bisnis mengatakan bahwa nama perusahaannya didaftarkan oleh orang Indonesia yang tinggal di Kanada. Orang ini minta tebusan satu milyar rupiah atau 100.000 dolar lebih. Tentu saja ia berang. Karena seolah-olah nama perusahaannya kena culik.

Nah, kalau nama kategori .com sudah habis pilihannya. Apakah sama imbasnya kalau kita menggunakan alternatif lain seperti .co.id atau .org ? Tentu saja beda ! Kalau kebetulan konsumen anda adalah surfer internet profesional, ia akan mencarinya lewat search engine yang canggih, dan mungkin akan menemukan Anda, bagaimapun kompleksnya nama Anda. Namun kalau kebetulan konsumen Anda adalah surfer internet amatir, maka ketika dia mencari nama Anda di kategori .com tidak ada, kemungkinan dia akan menyerah. Sehingga situs Anda tidak berhasil ia lacak. Ini jelas merugikan. Jadi nama situs Anda penting sekali. Karena bukan hanya sekedar nama saja, melainkan menjadi kompas, penunjuk arah, dan juga mercu suar. Bila nama situs Anda mudah di-ingat dan memiliki ekuitas yang unik, maka konsumen akan mudah menyimpan nama situs Anda sebagai sebuah impresi positif yang terus melekat di otaknya. Itulah pentingnya merancang nama.com usaha Anda dengan pola strategi merek yang baik dan benar.

Minggu ini Indonesia dihebohkan dengan kasus perebutan nama.com pertama di Indonesia, yaitu mustika_ratu.com. Hal ini menunjukan betapa nama.com mulai dihargai sebagai sebuah properti intelektual, yang memiliki ekuitas dan hak cipta. Walaun banyak orang yang pesimis dan skpetis dengan kasus ini, karena hukum di Indonesia mungkin masih berwarna abu-abu pada wilayah ekonomi digital, namun sebagai preseden, kasus ini jelas penting sekali.

Masalah perebutan merek nama situs di Internet kini sudah mulai menjadi kasus perebutan hak cipta internasional yang lumayan akut. Sejumlah perusahaan besar di dunia mulai melawan dan bertarung merebut kembali hak merek nama situs mereka lewat forum pengadilan internasional seperti WIPO. Beberapa perusahaan berhasil menang. Terutama bila nama merek mereka memiliki ekuitas tinggi dan dikenal luas sebagai merek dunia. Namun kalau ekuitas nama merek yang diklaim sangat rendah, kemungkinan untuk menang sangatlah tipis.

Misalnya saja situs juliaroberts.com yang diklaim balik oleh artis beken Julia Roberts, ternyata menimbulkan polemik. Karena banyak orang yang namanya kebetulan sama, Julia Roberts. Walaupun hanya satu orang Julia Roberts yang terkenal. Julia Roberts tidak bisa begitu saja mengklaim nama situs itu sebagai hak cipta miliknya.

Kasus yang sama juga menimpa madonna.com, yang diperebutkan oleh artis beken Madonna, yang nama aslinya Madonna Louise Ciccone. Pemilik situs madonna.com beragumentasi bahwa artis Madonna tidak bisa mengklaim nama situs itu, karena nama Madonna hanyalah 1/3 dari nama artis itu selengkapnya. Nama Madonna sendiri berasal dari nama generik untuk Bunda Maria yang sudah berumur 2000 tahun lebih. Di dunia ini sendiri ada tak kurang 275 paten merek yang menggunakan nama Madonna. Malah di Indonesia juga ada kosmetik dengan merek Madonna. Pemilik situs dari madonna.com juga mengancam akan menyumbangkan nama situs itu kepada sebuah rumah sakit di Amerika yang kebetulan memiliki nama Madonna. Runyam bukan ?

Itu sebabnya perusahaan dot.com kini mulai secara serius memikirkan strategi merek untuk nama-nama situsnya. Bukan saja asal nama. Tapi benar-benar didasari dengan strategi merek yang handal. Sehingga nama.com yang diciptakan akan memiliki ekuitas tinggi, dapat bertahan terhadap serangan dan klaim hukum. Dan yang terpenting mampu melekat di benak konsumen.

Sumber : Kompas Cyber Media

Rabu, 22 Oktober 2003, 0:34 WIB

< Previous   Next >
[ Back ]

soebita.com :: web desain, jasa membuat situs web